
"Minggu ini ak lamaran,,,"
"Oo..."
Diam. Hitungan detik, kata2 itu mulai dicerna oleh otak untuk kemudian diurai untuk mencari tahu apa makna dibalik kalimat itu. Belum tuntas proses itu, ada rasa aneh muncul diantaranya.
Lamaran!!! ya, lamaran. Karena dia laki-laki, jadi kata-kata yang tepat seharusnya adalah "Minggu ini aku mau melamar..."
Hah!!! untuk apa dia mengatakan itu. Toh bukan untukku. Meski bukan ku berharap itu untukku.
Minggu ini. Bisa jadi itu terjadi hari ini. Karena ia pun tak jelas mengatakannya...
Kenapa dia harus memasukkanku ke dalam cerita cintanya...kalau hanya sekedar untuk membuat wanita itu tersadar, bahwa dia harus menjaga lelakinya???
Memilikinya bukanlah impianku. Bukan pula keinginanku untuk menolaknya. Hanya perbedaan yang selalu ia katakan untuk mencari pembenaran dari setiap keputusannya. Hingga akhirnya perbedaan itu benar-benar ada hingga mengalahkanku untuk di akhir kekuatan yang tersisa.
Tak penting untukku melihat ke belakang saat ini. Jutaan kesedihan dan kebencian saat itu tlah tertanam. Takkan hilang. Kubiarkan agar suatu saat menyadarkanku untuk tidak coba menggalinya kembali...
